Bagikan Artikel
5
(10)

BookingToGo – Hallo, BTG Traveller! Kali ini kami ingin mengulas tentang tempat wisata populer di Bali, namanya Sacred Monkey Forest Sanctuary atau disingkat Monkey Forest Ubud. Sacred Monkey Forest Sanctuary Ubud atau Mandala Suci Wenara Wana adalah wisata alam tempat perlindungan dan habitat alami monyet ekor panjang Bali.

Bagi kamu yang ingin travelling ke Bali dan mengunjungi Monkey Forest Ubud, maka kamu berada di halaman yang tepat. Tanpa perlu berlama-lama lagi, kita bahas saja yuk informasi wisatanya. Dibawah ini adalah isi kontennya agar kamu lebih mudah mencari informasinya. Klik saja link-nya untuk mendapatkan informasi yang kamu butuhkan dengan cepat:

Isi Konten
    1. Dimana lokasi Sacred Monkey Forest Sanctuary?
    2. Harga tiket masuk Sacred Monkey Forest Sanctuary Ubud terbaru-nya berapa?
    3. Jam buka Sacred Monkey Forest Sanctuary?
    4. Daya tarik Monkey Forest Ubud apa saja?
    5. Pedoman wisata Monkey Forest Ubud.

 

Informasi Umum Monkey Forest Ubud

Lokasi Objek Wisata

Sacred Monkey Forest Sanctuary letaknya ada di Jl. Monkey Forest, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Jika kamu dari bandara Ngurah Rai, kira-kira sekitar 1 jam perjalanan. Biar tidak repot, klik “directions” saja, pakai GPS biar kamu bisa datang kesini lebih mudah.

Harga Tiket Masuk (HTM) Monkey Forest Ubud

Harga Tiket Masuk (HTM) Monkey Forest Ubud untuk dewasa 80.000 rupiah, dan anak-anak (usia 3 – 12 tahun) 60.000 rupiah (harga update 2020).

Jam Operasional (Jam Buka & Jam Tutup) 

bookingtogo-tiket-pesawat-bali
Advertisement: Pesan Tiket Pesawat Murah ke Bali melalui BookingToGo

Jam buka Monkey Forest Ubud adalah 08.30 dan tutup jam 17.30 WITA. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah diatas jam 12.00. Karena diatas jam 12.00 para monyet-nya sudah diberi makan oleh pengelola Sacred Monkey Forest Sanctuary. Jadi tingkat agresif dari monyet-nya akan berkurang.

Daya Tarik Monkey Forest Ubud

monkey-forest-ubud-bali
Sumber: freepik.com (2017)

Jika kamu berwisata ke Bali, Sacred Monkey Forest Sanctuary ini sudah menjadi wisata wajib di Bali. Lalu, apa sih yang menjadi daya tarik dari wisata ini? Kenapa wisata ini wajib untuk dikunjungi saat di Bali?

Monyet ekor Panjang asli Asia Tenggara

monyet-ekor-panjang-bali-mandala-suci-wenara-wana
Sumber: freepik.com (2020)

Monkey Forest Ubud adalah habitat alami monyet ekor panjang yang biasa orang sebut sebagai crab-eating macaque. Disebut crab eating karena monyet ekor panjang saat diamati pernah memakan kepiting dan selalu tinggal dekat dengan air seperti hutan rawa. Namun bukan berarti hanya makan kepiting saja, sebenarnya monyet ini omnivora (pemakan segalanya) kok. Makan jambu, pisang, kacang, ubi pun dia mau makan. Dan objek wisata ini mempunyai sampai ribuan monyet didalamnya. 

Monyet ekor panjang ini habitatnya hanya ditemui di Asia Tenggara seperti Malaysia, Filipina, Timor Leste, dan Indonesia termasuk Bali salah satunya. Berdirinya Monkey Forest Ubud merupakan upaya masyarakat Bali yang beragama Hindu dalam menjalankan Tri Hita Karana. Tri Hita Karana adalah filosofi yang artinya tiga penyebab terciptanya kebahagiaan.

Tiga penyebabnya itu meliputi hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar, dan hubungan dengan ke Tuhan. Masyarakat Bali percaya dengan berbaik hati dengan alam akan tercipta kebahagiaan, terbentuknya Monkey Forest Ubud adalah salah satu landasan pikiran Tri Hita Karana.

Konsep Patung dan Ukiran di Area Lobby

Patung Dewi Sri – Dewi Kesuburan dan Kemakmuran

patung-dewi-sri-mandala-suci-wenara-wana
Sumber: monkeyforestubud.com (2019)

Dewi Sri merupakan dewi yang cukup dikenal oleh masyarakat Bali terutama yang beragama Hindu. Dewi Sri adalah dewi kemakmuran dan kesuburan merupakan sakti (istri) dari Dewa Wisnu, dewa yang bertugas memelihara dan melindungi segala ciptaan Brahman (Tuhan Yang Maha Esa).

Patung Dewi Sri ini terletak di bagian barat lobby bersama dengan malaikat dalam bentuk bidadari. Bidadari itu berwujud tiga air patung air mancur di sisi utara kolam Yoni yang memberikan berkat kesuburan untuk dunia.

Patung Singa Dewi Durga – Dewi Perang, Kekuatan dan Perlindungan

patung-singa-mandala-suci-wenara-wana
Sumber: monkeyforestubud.com (2019)

Durga adalah nama seorang dewi dalam Hindu. Dewi Durga adalah dewi perang, kekuatan, dan perlindungan yang bentuk fisiknya diberi oleh semua dewa yang disatukan.

Dewi Durga wujudnya mempunyai 10 tangan yang setiap tangannya diberikan senjata oleh para dewa-dewi. Dan juga, Dewi Durga mempunyai tunggangan berupa Singa. Patung Singa yang kamu lihat Utara Lobby itulah, wujud dari tunggangan Dewi Durga. 

Candi Terbelah

candi-terbelah-mandala-suci-wenara-wana
Sumber: Instagram @monkeyforestsanctuaryubud (2020)

Saat kamu ingin melewati jembatan penyebrangan, kamu akan melihat seperti dinding dengan ukiran-ukiran estetik dari dua sisi kanan dan kiri. Itu namanya Candi Terbelah. Candi ini melambangkan gunung dengan segala kehidupan flora (tumbuhan) dan fauna (hewan). 

Patung Lainnya Yang Unik 

patung-komodo-sacred-monkey-forest-sanctuary
Sumber: Instagram @monkeyforestsanctuaryubud (2016)

Selain patung diatas, di Monkey Forest Ubud juga ada patung Komodo dan Babi Hutan yang bisa kamu lihat di depan lobby. Selain itu, jika kamu explore lagi kedalam tempat wisatanya, kamu akan menemukan patung gajah, kerbau, monyet, dan hewan lainnya.

Tiga Pura di dalam Monkey Forest Ubud

Di Monkey Forest Ubud, mempunyai tiga pura yang bernama Pura Beji, Pura Dalem Agung, dan Pura Prajapati. Lokasi Puranya terletak di Padangtegal yang bisa kamu lalui dari tempat wisata ini. Ketiga Pura ini diperkirakan telah berdiri sekitar abad ke 14 pertengahan, ketika wilayah Ubud masih dikuasai oleh dinasti Pejeng.

Pura Beji Padangtegal

Pura-Beji-Padangtegal-Monkey-Forest-Ubud
Sumber: monkeyforestubud.com (2019)

Pura Beji atau biasa dikenal sebagai pura mata air suci merupakan tempat sakral yang digunakan untuk memuja dewi Gangga. Dewi Gangga adalah dewi di agama Hindu dan dipuja sebagai dewi kesuburan dan pembersih segala dosa dengan air suci yang dicurahkannya. Pura Beji atau Pura mata air suci ini menjadi tempat spesial yang digunakan untuk umat Hindu dalam proses pemurnian diri. Jadi sebelum pergi ke pura lain di Monkey Forest Ubud, umat pertama kali datang ke Pura Beji terdahulu. 

Pura Dalem Agung Padangtegal 

Pura-Dalem-Agung-Padangtegal-Monkey-Forest-Ubud
Sumber: monkeyforestubud.com (2019)

Pura Dalem Agung ini adalah pura sakral yang digunakan untuk memuja Dewa Siwa dan Dewi Durga. Letak Pura Dalem Agung ini berada di sebelah barat daya Desa Pakraman Padangtegal. Selain itu, Pura Dalem Agung Padangtegal ini dikenal oleh wisatawan asing sebagai “Temple of the Dead”.

Pura Prajapati Padangtegal

Pura-Prajapati-Padangtegal-Monkey-Forest-Ubud
Sumber: monkeyforestubud.com (2019)

Pura  yang ketiga ini bernama pura Prajapati atau biasa dikenal sebagai Pura Kremasi. Prajapati ini diambil dari kata Praja yang artinya penguasa, dan pati yang artinya mahluk. Jadi jika digabungkan, Prajapati adalah penguasa semua mahluk. Dan Prajapati merupakan nama lain dari dewa Brahma, sang dewa Pencipta.

Di pura ini, umat Hindu Bali melakukan pemujaan kepada Tuhan dalam personifikasi Brahma Prajapati. Dalam tradisi Hindu Bali percaya bahwa orang yang dimakamkan di kuburan ini, jiwanya dilindungi dan dikendalikan oleh Tuhan sebagai Prajapati hingga upacara kremasi.

 

Notes: Untuk informasi, ketiga pura itu adalah area yang tidak boleh publik lihat atau kunjungi. Karena Area Pura itu hanya dapat diakses kepada orang yang ingin berdoa dan menggunakan baju sembayang khusus Bali.

 

Monkey Forest Guidelines: Hal yang perlu diperhatikan saat berwisata di Monkey Forest Ubud

Saat kamu mulai memasuki tempat wisata-nya, sebelum jembatan penyebrangan kamu akan melihat papan berisi pedoman berwisatanya. Hal ini penting untuk kamu ketahui agar kamu bisa lebih nyaman dan aman saat berwisata.

pedoman-wisata-monkey-forest-ubud
Sumber: freepik.com (2020)

Isi pedoman / guidelines-nya adalah sebagai berikut:

  1. Jangan panik, jika monyet melompat kearah kamu, jatuhkan makanan dan pergilah perlahan. Mereka akan segera melompat.
  2. Jangan lari, saat monyet mendekati kamu. Tetap tenang dan jangan menjerit. Hindari berteriak karena dapat membuat mereka takut.
  3. Jangan membawa plastik / kantong kertas jenis apapun, untuk menjaga hutan agar bebas dari sampah dan menghindari monyet mengambil dan bermain dengannya.
  4. Mohon jaga barang-barang pribadi Anda, (Kacamata hitam, anting-anting, aksesoris, perhiasan, dll).
  5. Jangan menyembunyikan makanan apa pun, karena monyet akan tahu di mana menemukannya.
  6. Jangan pernah menyentuh, meraih, atau mengganggu monyet, mereka mungkin menyentuh Anda tetapi mohon jangan pernah menyentuh mereka, karena reaksi mereka tidak dapat diprediksi. Terutama berhati-hatilah di sekitar bayi monyet, mereka mungkin tampak tidak berbahaya tetapi ibu mereka sangat defensif terhadap mereka.
  7. Dilarang memberi makan monyet kacang tanah, kue kering, permen, roti, atau segala jenis makanan ringan, dan minuman. Untuk menjaga kesehatan mereka.
  8. Jangan menatap mata monyet, ini bisa ditafsirkan sebagai tanda agresi.
  9. Tolong jaga anak-anakmu.
  10. Jangan merokok, Monkey Forest Ubud adalah kawasan bebas asap rokok.

 

Itulah isi artikel mengenai Monkey Forest Ubud yang bisa kami berikan.  Semoga artikelnya bermanfaat untuk para pembaca setia blog.bookingtogo.com. Jangan lupa untuk subscribe newsletter agar tidak ketinggalan informasi dari kami. Thank You!

Seberapa Bermanfaat Artikel ini?

Klik bintang untuk memberi rating

Penilaian rata-rata 5 / 5. Jumlah Vote: 10

Belum ada rating, segera rating artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here