Bagikan Artikel
5
(17)

BookingToGo – Halo, sahabat BookingToGo! Kamu tau tidak? Indonesia tahun ini (2020), masuk peringkat ke 4 negara penghasil kopi tertinggi di dunia, loh. Menurut data elevencoffees, Indonesia menghasilkan kopi sebanyak 642,000 metric tons atau jika dikonversikan ke kilogram mencapai 642.000.000 kg! Angka yang fantastis, bukan?  Karena kita tinggal di negara penghasil kopi tertinggi, sedikit pengetahuan tentang perkopian tidaklah buruk bukan? Pada artikel ini kita akan membahas jenis kopi yang ada di Indonesia serta segala informasi tentang biji kopinya. Segera minum kopi-nya, travellers. Karena kita akan memulai ulasan artikelnya:

Jenis Kopi yang Tersedia di Indonesia

Secara singkat, Kopi yang tersedia di Indonesia itu ada 5 jenis, yaitu kopi Arabika, Robusta, Liberika, Excelsa, dan Luwak. Tiap jenis kopi ini mempunyai cita rasa, aroma, dan lokasi budidaya yang berbeda. Yuk, kita bahas saja kelima kopinya:

Kopi Arabika

jenis-biji-kopi-arabica
Sumber: piogastrobistro.com (2018) (edited)

Kopi jenis Arabika merupakan salah satu tipe kopi yang umum dan populer di pasaran lokal maupun global. Arabika awalnya berasal dari Etiopia, salah satu negara di Afrika Timur. Namun, Kopi Arabika dijadikan sebuah minuman kopi saat berada di Yaman, Bab al-Mandab Strait, Arab dan biji kopi-nya mulai mendunia dari sana.

Jenis kopi yang tumbuh di lokasi pegunungan / dataran tinggi

Kopi Arabika banyak tumbuh di Sumatera Utara tepatnya di Mandailing dan Sidikalang. Ada juga Kopi Arabika di Aceh, lokasi tumbuh kopi-nya di kabupaten Gayo Lues. Kopi Arabika banyak di Pulau Sumatera karena memang karakteristik jenis kopi ini hanya tumbuh di ketinggian sekitar 800 – 2200 meter. Kopi Arabika punya banyak nama di Indonesia, dan biasanya dinamakan dari lokasi tempat dia tumbuh. Contohnya: Kopi Gayo (Aceh), kopi Mandailing dan Kopi Sidikalang (Sumatera Utara).

kopi-aroma-medan-tanjung-duren
Advertisement: Aroma Medan Coffee Shop Tanjung Duren

 

Cita Rasa dan Aroma Kopi Arabika

Kalau soal rasa, kopi Arabika ini tidak terlalu pahit dan rasanya lebih lembut. Arabika cocok untuk orang yang bukan pengopi berat, karena kadar kafein-nya juga lebih sedikit sekitar 0,8% – 1,5%. Untuk aroma, kopi arabika wangi-nya seperti buah-buahan.

 

Kopi Robusta

jenis-biji-kopi-robusta
Sumber: piogastrobistro.com (2018) (edited)

Nah, ini adalah jenis kopi yang umum dan populer juga. Kopi Robusta merupakan kopi yang sering dikonsumsi kedua di dunia. Kopi ini awalnya berasal dari Kongo, salah satu negara di Afrika Tengah. Nama Robusta diambil dari kata “robust” yang jika di terjemahkan dari bahasa Inggris artinya “kuat”. Artinya menandakan bahwa, kopi Robusta ini memiliki kafein yang kuat.

Jenis kopi yang bisa tumbuh di dataran rendah

Kopi robusta ini bisa tumbuh di dataran rendah, batas ketinggiannya dari 0 sampai dengan 900 meter dari permukaan laut. Budidaya-nya juga cukup mudah jika dibandingkan dengan Arabika, karena kadar kafein yang tinggi pada kopi Robusta bisa jadi racun untuk hama tumbuhan. Oleh karena itu, harga kopi Robusta lebih murah dibandingkan kopi Arabika. Selain tidak memerlukan tempat yang khusus, perawatannya juga tidak banyak.

Cita Rasa dan Aroma Kopi Robusta

Kopi Robusta memiliki rasa pahit yang lebih kuat dibandingkan Arabika. Untuk aroma-nya, Kopi Robusta seperti aroma kacang. Kadar kafein pada kopi Robusta sekitar 1,7% – 3,5% sehingga cocok untuk kamu yang pecinta kopi berat.

 

Kopi Liberika

jenis-biji-kopi-liberica
Sumber: blackfathercoffee.com (2019) (edited)

Kopi Liberika ini termasuk langka dan tidak sepopuler Arabika dan Robusta. Dinamakan Liberika karena kopi ini awalnya berasal dari negara Liberia, salah satu negara di Afrika Barat. Indonesia merupakan salah satu negara yang memproduksi kopi langka ini, negara lainnya itu Malaysia dan Filipina. Kamu bisa menemui kopi Liberika ini di Bengkulu atau Jambi, disana ada banyak kebun kopi jenis Liberika.

Jenis kopi yang tumbuh di dataran rendah, tahan Hama & Penyakit

Liberika tumbuh baik di dataran rendah, dan memiliki toleransi terhadap panas maupun lembab. Selain itu, kopi Liberika dikenal tahan terhadap hama dan penyakit.  Pada tahun tahun 1890-an terjadi kematian massal tanaman Arabika di seluruh dunia. Matinya tumbuhan Kopi Arabika pada 1890-an itu akibat dari jamur Hemileia Vastatrix dan menghasilkan penyakit kopi yang dikenal sebagai “coffee rust”. Pada saat itulah, budidaya kopi Liberika mulai ada dan dikenal oleh seluruh belahan dunia.

Cita Rasa dan Aroma Kopi Liberika

Dari segi ukuran, biji kopi liberika lebih besar dari kopi arabika maupun kopi robusta. Saat dicicipi, kopi Liberika rasanya pahit mirip seperti robusta. Namun, Aromanya sangat menyengat, ada yang bilang aromanya mirip durian dan ada juga yang bilang mirip nangka. Mungkin karena itu, Liberika tidak populer di pasar Eropa maupun Amerika Utara. Beberapa orang barat tidak menyukai aroma durian, bukan?

 

Kopi Excelsa

jenis-biji-kopi-excelsa
Sumber: blackfathercoffee.com (2019) (edited)

Kopi Excelsa ini adalah varian dari Liberika. Excelsa ini hampir seluruhnya tumbuh di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Bentuk kopi Excelsa mirip seperti kopi Liberika, oval memanjang. Kamu bisa menemukan kopi Excelsa di Gunung Kerinci, provinsi Jambi tepatnya di daerah Tajung Jabung Barat. Disana ada banyak kebun gambut dengan pohon kopi Excelsa.

Jenis kopi yang tumbuh di dataran sedang

Kopi Excelsa hanya tumbuh di dataran dengan ketinggian sedang dan tanah gambut. Kurang lebihnya 1000 meter dari permukaan laut. Kopi Excelsa membutuhkan waktu sekitar 1 – 2 bulan sampai berbunga asal curah hujannya tidak terlalu banyak. Biji kopi Kopi Excelsa lebih kecil dari robusta, namun mempunyai warna kuning cerah seperti liberika.

Cita Rasa dan Aroma Kopi Excelsa

Kalau soal rasa, Kopi Excelsa ini sangat pahit dan kental. Cita rasa dari kopi Excelsa berada diantara asam-nya kopi Arabika dan pahitnya kopi Robusta. Kalau soal aroma, Kopi Excelsa wangi-nya mirip buah nangka.

 

Jenis kopi asli dari Indonesia – Kopi Luwak

jenis-biji-kopi-luwak-civet-coffee
Sumber: freepik.com (2018)

Sebenarnya kopi luwak ini bukanlah jenis kopi baru. Kopi luwak adalah biji kopi yang dipanen dari feses luwak / musang kelapa yang dibersihkan lalu diproses jadi minuman kopi. Biji kopinya ada yang dari biji kopi Arabika dan juga ada yang Robusta, namun yang umum dipasar adalah dari biji kopi Arabika.

Kopi Luwak, Kopi Termahal di Dunia

Padahal dari feses luwak ya, tapi nyatanya kopi jenis ini kalau di ekspor ke luar negeri harganya bisa mencapai USD 100 – USD 1300 per kilo-nya, loh. Kenapa bisa mahal? Ya, karena untuk membuat kopi luwak ini membutuhkan proses yang panjang, jumlahnya juga terbatas tidak sebanyak panen biji kopi biasa, dan rasanya juga sangat khas, tidak pekat.

Ditemukan pada masa kolonial Belanda

Awalnya, kopi ini ditemukan saat penjajahan kolonial Belanda pada era “tanam paksa”. Pada saat itu, Belanda ingin membudayakan kopi yang dia dapatkan dari yaman dan memerintah pekerja kebun untuk tanam paksa dan tidak boleh mengambil hasil kopinya.

Pada saat itu, para pekerja kebun mengetahui bahwa ada luwak / musang yang gemar makan buah kopi. Tetapi, hanya daging buahnya saja yang tercerna, kulit ari dan biji kopinya masih utuh dan tidak tercerna.

Karena penasaran yang tinggi terhadap rasa kopi, diambilah feses biji kopi tersebut, dicuci, disangrai, ditumbuk, kemudian diseduh, jadilah kopi luwak. Lalu, kenikmatan kopi aromatik itu diketahui oleh Belanda dan mereka kemudian menjualnya kopi luwak dengan harga mahal. Cerita yang menarik, bukan?

Cita Rasa & Aroma Kopi Luwak

Kopi Luwak ini rasanya sangat lembut dan ada rasa asam buah segar, dan tidak pahit.  Selain itu, aftertaste-nya sangat nyaman di mulut. Aromanya juga harum, tidak ada sedikitpun bau feses atau bau tidak sedap lainnya. Karena sebelum jadi minuman kopi, biji kopinya telah dibersihkan berkali-kali.

 

Itulah 5 jenis kopi yang ada di Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat untuk para pembaca. Sering-sering ngopi, sahabat bookingtogo! Menurut informasi dari Sanjiv Chopra, The Professor of Harvard Medical School mengatakan bahwa kopi dapat membuat Anda lebih pintar, serta dapat meningkatkan kinerja fisik Anda. Jangan lupa untuk subscribe newsletter dan selalu ikuti artikel blog.bookingtogo.com selanjutnya. Thank You

 

 

Seberapa Bermanfaat Artikel ini?

Klik bintang untuk memberi rating

Penilaian rata-rata 5 / 5. Jumlah Vote: 17

Belum ada rating, segera rating artikel ini