Banyak yang Gratis! Ini 6 Rekomendasi Wisata Religi Surabaya dari Berbagai Agama

Bagikan Artikel
0
(0)
Rate this post

wisata religi Surabaya – Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Surabaya menyimpan banyak sekali tempat wisata. Bukan hanya wisata alam dan budaya, tapi juga wisata religi. Kota ini memang menjadi salah satu saksi peristiwa penyebaran agama di Pulau Jawa. Nah, bagi BTG Traveler yang ingin mengenal lebih dalam mengenai wisata religi Surabaya, berikut ini beberapa destinasi yang bisa BTG Traveler kunjungi:

1. Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria

 

Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria sering juga disebut sebagai Gereja Kepanjen. Kabarnya, gereja ini adalah gereja tertua yang ada Surabaya. Sampai saat ini, usianya sudah lebih dari 200 tahun.

Pada awalnya, Gereja Kepanjen dibangung oleh dua pastor yang berkunjung ke Surabaya. Yaitu Pastor Philipus Wedding dan Hendricus Waander. Setelah menetap selama 6 bulan sejak 12 Juli 1910, keduanya memutuskan untuk membangun rumah peribadatan.

Pada awalnya, rumah peribadatan ini tidak berada di Jalan Kepanjen. Baru pada tahun 1889 dipindahkan ke Jalan Kepanjen dan diresmikan pada tahun 1900. Selain untuk beribadah, gereja ini juga dibuka untuk umum sebagai wisata religi Surabaya. Namun, kalau BTG Traveler mau datang k sini, pastikan untuk melapor terlebih dahulu.

HTM : Gratis
Lokasi : Jl. Kepanjen No.4-6, Krembangan Sel., Kec. Krembangan, Surabaya, Jawa Timur (Google Maps)

2. Kampung Santri Ndresmo

 

Kampung Santri Ndresmo pada awalnya hanyalah komplek kecil pesantren. Seiring waktu, komplek ini semakin besar dan menjadi kampung santri. Nama Ndresmo sendiri berasal dari istilah yang dibuat KH. Mas Sayyid Ali Akbar yang diikuti oleh masyarakat sekitar. Yaitu kependekan dari “Sing ndres wong limo” yang berarti “Yang membaca Qur’an sebanyak lima orang santri”.

Kawasan wisata religi Surabaya Kampung Ndresmo ini terdiri dari beberapa area. Yaitu kawasan Sidosermo Dalem, Kelurahan Jagir di Kecamatan Wonokromo, dan Sidosermo di Kecamatan Wonocolo.

Salah satu keunikan kampung ini adalah panggilan Mas untuk semua Habaib, Syarifah, dan keturunannya. Kata Mas ini berasal dari kata emas yang merupakan bentuk penghormatan kepada mereka.

Selain itu, kalau BTG Traveler datang ke Sidosermo Dalam, BTG Traveler akan menemukan kawasan rumah kuno khas santri. Lengkap dengan langgar dan masjid khas pesantren. Kalau beruntung, kamu mungkin juga bisa melihat budaya Manten Pegon, prosesi mengarak pengantin khitan keliling kampung dengan menggunakan kuda.

HTM : Gratis
Lokasi : Jl. Sidosermo II-III, Sidosermo, Kec. Wonocolo, Kota Surabaya (Google Maps)

3. Klenteng Boen Bio

 

Sebelumnya, klenteng ini bernama Klenteng Boen Thjiang Soe dan telah berdiri sejak tahun 1883. Klenteng yang disebut sebagai benteng pertahanan terakhir agama Konghucu di Surabaya ini berlokasi di depan Wisata Kampung Pecinan yang sebelumnya bernama Kampung Kungfu.

Kalau BTG Traveler datang di hari Minggu, BTG Traveler dapat melihat keramaian suasana ibadah di klenteng ini. Meskipun merupakan benteng terakhir, tempat ini masih rutin digunakan sebagai tempat ibadah sampai saat ini.

Dari segi arsitektur, klenteng ini menggunakan gaya arsitektur Tiongkok yang khas. Di samping itu, bentuk bangunan dan hiasan dalamnya memiliki arti dan tujuan yang bersifat simbolik. Biasanya berupa harapan atau doa. Menarik untuk dieksplorasi bagi BTG Traveler yang menyukai perjalanan wisata religi Surabaya.

HTM : Gratis
Lokasi : Jl. Kapasan No.131, RT.007/RW.09, Kapasan, Kec. Simokerto, Surabaya, Jawa Timur (Google Maps)

4. Klenteng Suka Loka / Hok An Kiong

Hok An Kiong

Wisata religi Surabaya selanjutnya adalah Klenteng Suka Loka atau Klenteng Hok An Kiong. Klentang ini adalah salah satu klenteng tertua yang ada di Surabaya. Nama Klenteng Hok An Kiong sendiri diambil dari nama insinyur dari Tiongkok yang menjadi pendiri klenteng ini.

Uniknya, klenteng yang dibangung sejak 1830 ini tidak menggunakan paku logam dalam pembuatannya. Sebagai gantinya, pembuatan klenteng menggunakan bambu yang diruncingkan. Awalnya, klenteng ini dibangun sebagai bangunan darurat untuk menampung perantau awak kapal yang selamat dari pelayaran.

Kalau BTG Traveler datang ke tempat ini, BTG Traveler akan melihat patung Ma Co Po yang dibawa oleh para perantau tersebut. Selain sebagai simbol, patung dewa Ma Co Po juga merupakan dewa utama yang dihormati di klenteng. Bahkan ada banyak pengunjung yang meminta doa dan keberkahan kepada dewa ini saat melakukan wisata religi Surabaya ke klenteng ini.

HTM : Gratis
Lokasi : Jl. Coklat No.2, Bongkaran, Kec. Pabean Cantikan, Surabaya, Jawa Timur (Google Maps)

5. Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya

 

Biasanya, arsitektur masjid kental dengan suasana arab yang kuat. Namun, berbeda dengan Masjid Muhammad Cheng Hoo di Surabaya ini. Salah satu destinasi wisata religi Surabaya ini justru memiliki suasana Tionghoa yang kental.

Saat BTG Traveler masuk ke masjid, BTG Traveler akan langsung disambut dengan relief naga dan patung singa di pintu masuk. Arsitektur masjid sendiri didominasi warna merah bata, biru, dan hijau yang kental. Sesuai adat Tionghoa, warna tersebut menjadi simbol kebahagiaan, kemasyhuran, harapan, dan kemakmuran.

Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dan dibangun sekitar tahun 2001. Bertepatan dengan perayaan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Di samping itu, pembangunan masjid ini juga merupakan bentuk penghormatan kepada Laksamana Cheng Hoo, seorang tokoh muslim dari China.

HTM : Gratis
Lokasi : Jl. Gading No.02, Ketabang, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur (Google Maps)

6. Makam Sunan Ampel

 

Makam Wali Songo adalah salah satu wisata religi Surabaya yang paling banyak dikunjungi. Termasuk makam Sunan Ampel. Biasanya, para umat muslim akan datang untuk mengenang perjuangan sunan dalam menyebarkan agama Islam.

Namun, makam Sunan Ampel ini bukan hanya didatangi oleh wisatawan lokal saja. Kalau BTG Traveler datang ke tempat ini, BTG Traveler juga akan melihat wisatawan luar negeri yang datang. Termasuk wisatawan yang berasal dari Saudi Arabia, China, Malaysia, Jepang, hingga Belanda.

Biasanya, para wisatawan asing ini datang untuk mempelajari sejarah sekaligus mengagumi arsitektur makam sunan. Kalau BTG Traveler datang ke makam Sunan Ampel, jangan lupa untuk memerhatikan adat dan sopan santun yang berlaku, ya!

HTM : Rp3.000 (Anak-Anak), Rp5.000 (Dewasa), Rp10.000 (Wisatawan Asing)
Lokasi : Kompleks Masjid Jami Ampel di Jalan Petukangan I, Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya (Google Maps)

Nah, itulah beberapa rekomendasi wisata religi Surabaya yang bisa BTG Traveler kunjungi saat ingin melakukan wisata religi. BTG Traveler bisa datang sendiri atau pun bersama keluarga, teman, dan kerabat. Selain wisata religi yang sudah disebutkan, sebenarnya masih banyak tempat wisata religi lain yang bisa BTG Traveler kunjungi.

THR Indodana Promo

Yang pasti, jangan lupa untuk melakukan pemesanan tiket pesawat dan hotel ke Surabaya melalui Bookingtogo. Bookingtogo menyediakan layanan pemesanan pesawat dan hotel dengan kualitas dan penawaran terbaik. Jadi, BTG Traveler bisa melakukan wisata religi Surabaya dengan lebih khidmat dan fokus. Tunggu apalagi? Pesan di Bookingtogo sekarang! Smart Booking, Easy Travel!

Seberapa Bermanfaat Artikel ini?

Klik bintang untuk memberi rating

Penilaian rata-rata 0 / 5. Jumlah Vote: 0

Belum ada rating, segera rating artikel ini

BookingToGoProfile
BookingToGo

BookingToGo merupakan salah satu Online travel agen di Indonesia, yang melayani penjualan tiket pesawat, dan akomodasi hotel secara online.

You May Also Like